Gubri Syamsuar : Asal Masyarakat Mematuhi Prokes, Jangan Takut Terjadi Gelombang Ketiga Covid-19
Gubernur Riau, Syamsuar, bersama Kadiskes Riau, Mimi Yuliani Nazir.

Golkar Riau - Kasus penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Riau masih fluktuatif, dan belum dinyatakan aman bagi masyarakat. Bahkan diperkirakan masih akan terjadi gelombang ketiga kasus Positif Covid-19, jika masyarakat abai terhadap protokol kesehatan, dan tidak mengindahkan apa yang menjadi aturan pemerintah.

Gubernur Riau, Syamsuar, mengatakan, dari hasil pertemuannya bersama dokter dan ahli epidemologi, berkemungkinan gelombang ketiga akan terjadi diakhir September dan awal Oktober 2021. Namun Gubri mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak takut dengan gelombang ketiga, asal mematuhi Prokes.

“Beberapa hari lalu, kami rapat bersama dokter dan epidemologi, kemungkinan gelombang ketiga akhir September dan awal Oktober. Tapi jangan takut, apabila kita tidak mentaati protokol kesehatan, tapi kalau kita patuh tentunya berjaga-jaga menghindari hal yang tidak diharapkan, dan tidak terjadi apa yang dibayangkan. Selalulah memakai masker, menjaga jarak, dan mengurangi mobilisasi, biasakan setiap saat mencuci tangan,” ujar Gubri, Rabu (25/8).

Dikatakan Gubri, pihaknya tidak akan berhenti untuk mengingatkan dan mensosialisasikan pentingnya prokes, untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, bagaimana memutus mata rantai Covid-19. Kabupaten Kota, tetap menyediakan isolasi terpusat, janhan sampai dihilabgkan dengan kondisi terjadinya penurunan kasus. Jika sewaktu-waktu nantinya terjadi lonjakan kasus, tinggal menempatkan pasien di tempat isolasi yang telah disediakan.

“Bicara masuknya varian varu Covid-19 ini, tak habis-habisnya. Ini penemjan varian baru delta, makanya lebih baik kita waspada terus dan penyuluhan tak berhenti sampai kebawah. Dan prokes sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, mudah-mudahan isolasi terpusat tidak termanfaatkan, jika masyarakat sehat.

Di daerah isolasi terpusat jangan dirubah, tetap isolasi terpusat siap kapanpun kalau terjadi lonjakan tak gugup,” tegas Gubri.

Lebih jauh dikatakan Gubri, dalam sepekan ini Bed Occupancy Rate (BOR) untuk Provinsi Riau terjadi penurunan. Ternasuk angka kesembuhan juga semakin tinggi dengan penerapan PPKM yang sudah berlangsung selama tiga minggu, dan diperpanjang kembali hingga tanggal 6 September. Masyarakat tetap mematuhi apa yang menjadi aturan dalam PPKM baik level 4 dan 3.

“Saat ini BOR kita sudah menurun sekarang sudah 40 persen, untuk ICU kita sekarang 60 persen angka kesembuhan diatas 90 persen mari kita jaga bersama penurunan ini. Untuk angka kematian ini masih tinggi, apa salahnya ini penyebabnya, angka kematian kita awalnya 2,7 persen, sekarang 2,9 persen naik 0,2 persen. Saya berharap bisa terus berkolaborasi untuk penurunan angka kematian. Dari informasi itu yang meninggal karena banyak yang terlambat untuk dibawa ke perawatan yang lebih baik yang akhirnya meninggal. Jadi kalau ada gejala cepat ditangani, sehingga mampu meningkatkan kesembuhan,” kata Gubri. nur