Golkar Riau - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menyatakan pihaknya menerima silaturahmi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di kantor pusat partai di Jakarta Barat, Kamis (29/4/2021) malam. Dalam silaturahmi itu, terjadi kesepakatan terkait sejumlah isu.
“Pertama tentunya kami bersama-sama prihatin dengan terjadinya kecelakaan KRI Nanggala dan sama-sama mendoakan kepada para syuhada dan juga keluarga yang ditinggalkan agar tentunya pemerintahan akan terus mendorong para keluarga itu untuk mendapatkan dukungan pemerintah,” kata Airlangga.
Yang kedua, dalam situasi pandemi Covid-19, baik Golkar dan PKS ini belajar dari kejadian gelombang kedua di negara lain, termasuk di India yang per hari bisa mencapai 300.000.
“Ini membawa kita untuk ingat dan waspada dan berhati-hati dan untuk itu juga tentunya dalam rangka menghadapi hari raya Idulfitri, PKS juga mendukung kebijakan pemerintah untuk larangan mudik,” kata Airlangga.
Dalam situasi konflik serta pemulihan ekonomi, Airlangga mengatakan kedua partai sama. Yakni mendahulukan kepentingan negara dan bangsa. Sebagai pendukung Pemerintah, Golkar mengakui perlunya masukan-masukan dari partai-partai di luar pemerintah termasuk PKS, agar sasaran-sasaran yang diberikan bisa tercapai.
Keempat, dengan pemulihan ekonomi ke depan, ada catatan terkait untuk sektor UMKM maupun sektor industri tertentu, terutama untuk mendorong daya beli dan masyarakat.
Salah satunya dalam rangka penyusunan RUU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), ada komitmen mendorong UKM dan perorangan berpendapatan rendah diberi keringanan, sehingga daya beli bisa meningkat. Keringanan juga diharapkan terkait dengan pemilik kendaraan roda dua.
“Karena di roda 2 tidak ada PPnBM nya maka PPN-nya diusulkan untuk ditanggung pemerintah. Dan terkait dengan pajak-pajak daerah, nanti dari teman-teman DPR akan mendorong agar daerah bisa gotong royong untuk memberikan fasilitas perpajakan daerah. Kemudian selanjutnya juga untuk pembahasan KUP menyepakati ini akan dibahas di Komisi XI,” ungkap Airlangga lagi.
Selain itu, Airlangga mengatakan kedua partai membahas politik kebangsaan. "Diharapkan politik identitas ditinggalkan sehingga kita akan membangun kebinekaan dan politik yang lebih kondusif. Tujuannya agar kita bisa sama-sama menyejahterakan masyarakat," imbuh Airlangga.
“Terkait dengan posisi per hari ini, kami saling menghargai. Partai Golkar di pemerintahan, Partai Keadilan Sejahtera itu berada di luar pemerintah, sehingga kita ke depan menghargai perbedaan namun mengutamakan persamaan, sehingga ini yang menjadi basis partai-partai politik ke depan,” pungkasnya.
Sumber: BeritaSatu.com