KH Yahya C Staquf Jadi Ketum PBNU, Gubri Syamsuar Beri Ucapan Selamat
Ucapan selamat dari Gubernur Riau yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Riau Drs H Syamsuar MSi.

Golkar Riau - Muktamar NU ke-34 di Lampung berakhir damai. Hasilnya, KH Yahya Cholil Staquf terpilih mejadi Ketun PBNU periode 2021-2026. 

Mendampingi beliau, muktamirin mempercayakan kepada KH Mitachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU. Gus Yahya, sapaan KH Yahya C Staquf unggul perolehan suara, dari seniornya KH Said Aqil yang sudah dua periode memimpin PBNU.

Dengan terpilihnya Ketum dan Rais Aam PBNU itu, Gubernur Riau yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Riau Drs H Syamsuar MSi, Sabtu (25/12/2021), menyampaikan ucapan selamat. Ia beharap, NU akan menjadi organisasi umat. Selain itu, NU juga diharapkan berperan menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 

Bagi Riau, kata Syamsuar, tentu Gus Yahya sangat diharapkan mampu membawa organisasi NU lebih baik kedepan. Sebab bagaimana pun, NU sangat berperan besar dalam ikut mendorong kemajuan Provinsi Riau. 

Efek Politik Bagi Ketum DPP Golkar Airlangga Hartarto 

Terpilihnya KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dipastikan ada efek politik bagi elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar Airlabgga Hartarto. Sebab antara Gus Yahya dan Airlangga punya hubungan emosional dan persahabatan yang panjang.

"Beliau berdua sama-sama aktivis di Kampus UGM tahun 1980-an. Apalagi Gus Yahya mempunyai komitmen yang kuat untuk menjaga jarak yang sama dengan kekuatan politik manapun. Tidak akan ada partai yang menjadi anak emas NU, di bawah kepemimpinan Gus Yahya," kata tokoh muda NU, Nusron Wahid di Lampung, Jumat lalu (24/12/2021).

Menurut Nusron, positioning ini justru akan menguntungkan Airlangga yang sedang bersiap-siap menjadi Calon Presiden 2024.

"Berkali-kali Gus Yahya nengatakan tidak akan ada calon presiden atau calon wakil presiden dari PBNU. Tapi tetap membantu warga NU yang ingin berkarir di jabatan publik termasuk capres atau cawapres. Tapi PBNU nya tidak boleh ikut menjadi pihak yang bertarung dan kompetisi," ungkap Nusron.

"Daya terima dan daya setrun Airlangga Hartarto di kalangan grass root Nahdliyyin sangat kuat dan mengakar. Apakagi dia sebagai leturunan Kiyai Ageng Gribig, tokoh penyebar Islam pada zaman Kerajaan Mataram," tambah politikus Partai Golkar, yang juga arsitek pemenanan Gus Yahya. ***