[OPINI] Airlangga Hartarto dan Pemilu 2024 Oleh Zulfan Heri
BAPILU GOLKAR RIAU

Golkar Riau - Tak ada aral melintang, hari Kamis, tanggal 24/2/2022, Ketua Umum Partai Golkar beserta rombongan hadir di Pekanbaru. Agenda tunggal : melantik Pengurus DPD I Partai Golkar Riau dan Pengurus DPD II Partai Golkar se-Riau. Kehadiran Ketum di tanah Melayu ini selain melihat secara dekat perkembangan pembangunan di Riau, juga diharapkan membangkitkan semangat pengurus dan kader untuk bekerja serius dalam menghadapi Pemilu 2024. Apalagi, sepanjang pemilu legislatif, partai blusukan orde baru ini keluar sebagai pemenang di bumi lancang kuning ini.

Tulisan ini hadir, diperuntukkan dalam rangka menyambut kehadiran Ketum AH (Airlangga Hartarto) untuk melantik Pengurus DPD I Partai Provinsi Riau (2020-2025) dan DPD II Kabupaten/Kota Se-Riau dan sekaligus melakukan analisis terhadap AH sebagai calon Presiden 2024.

Dalam beberapa hari ini, suasana persiapan penyambutan Ketua Umum Partai Golkar beserta rombongan mulai terasa di Riau. Salahsatunya, Medsos sebagai wahana kampanye digital, kian menggema di efbe, WAG, dan lain-lain. Datangnya AH di Riau, merupakan kebanggaan tersendiri di internal partai, dan sekaligus untuk membangkitkan semangat militansi dan loyalitas pengurus, kader dan simpatisan partai berlambang beringin ini dalam rangka penguatan konsolidasi dan memenangkan Pemilu 2024.

Hampir memasuki dua tahun Syamsuar memimpin Golkar Riau, AH selaku Ketum baru dapat meluangkan waktu hadir ditengah pengurus dan kader. Tentu, kedatangannya ke tanah Melayu ini, menjadi pengobat rindu bagi pengurus dan kader. Apatah lagi AH selaku Ketum diusung oleh Partai Golkar maju sebagai calon Presiden RI pada Pemilu 2024. Provinsi Riau, merupakan salah satu Provinsi yang dinilai potensial meraup suara kelak. Dari data bapilu, Riau termasuk dalam 10 (sepuluh) besar jumlah pemilih suara potensial di tanah air. Jadi, kehadirannya, secara politik diharapkan memberikan dampak elektoral bagi dirinya sebagai calon presiden maupun partai Golkar dalam menghadapi pemilu legislatif 2024.

Partai Golkar di Riau, dengan bercermin dari hasil pemilu legislatif 2019 yang lalu, hanya mampu meraup masing-masing 1 kursi untuk DPR RI dari dapil Riau 1 dan Riau 2. Ke depan, Pemilu legislatif 2024, dengan kehadiran AH, makin menguatkan target politik bahwa kursi di dapil Riau 1 dan dapil Riau 2, dapat ditingkatkan perolehannya menjadi 2 kursi dimasing-masing dapil. Begitu pula di DPRD Provinsi Riau dari 11 kursi hasil pileg 2019, harus bertambah menjadi 14 kursi minimal pada Pemilu legislatif 2024. Momentum AH maju sebagai calon presiden, selain konsolidasi terjadi dengan kuat, juga memberikan efek domino dalam rangka pemenangan Pemilu legislatif 2024, karena AH bukan saja berkampanye sebagai capres, juga sekaligus berkampanye untuk pemenangan pemilu legislatif. Ini yang ditunggu pengurus dan kader di lapangan. Dan ini diprediksi, kelak bisa merubah konstalasi peta politik pesaing di akar rumput. Karena Golkar, punya infrastruktur politik yang mengakar sampai ke bawah. Tinggal digerakkan. Selain sosialisasi, kampanye pun untuk AH makin mudah. Oleh karena itu, agenda konsolidasi, harus tuntas hingga di TPS sebagai basis peraup suara. Golkar sudah seharusnya belajar dari pengalaman pilpres 2019 yang lalu, karena posisi ketika itu sebagai pengusung Jokowi, tidak ada kader maju. Tapi kali ini Pemilu 2024, Ketum Golkar maju sebagai capres. Sebuah keputusan resmi partai. Itu artinya, kerja-kerja politik harus berjalan tiada henti ditengah waktu tersisa 2 tahun lagi. Sangat singkat.

Jujur, Golkar memiliki "amunisi" sosial yang strategis dihadapan rakyat. Kader-kadernya ada di pemerintahan Jokowi. Terbukti AH dipercaya oleh Presiden Jokowi sebagai Menko Perekonomian, yang bersentuhan langsung dengan kebijakan ekonomi. Program-program ekonomi, termasuk penanggulangan covid-19 ada ditangan AH. Sukses AH menangani covid-19 dengan sederet program-program pro-rakyat di masa pandemi Covid-19 menumbuhkan rasa percaya publik terhadap AH sebagai Menko Perekonomian. Sekalipun yang merasakan kesuksesan itu tetap Jokowi sebagai Presiden, yang kita tahu berbeda partai, tapi seharusnya, Golkar mengambil dan melakukan olah politik, bahwa kesuksesan dalam mengantisipasi pandemi Covid-19 berkat kerja keras AH selaku Menko yang juga Ketum Golkar. Termasuk Jokowi memberikan kepercayaan kepada AH sebagai koordinator penanganan Covid-19 diluar Jawa. Sedangkan Luhut Binsar Panjaitan (LBP) juga ditunjuk Presiden menjadi koordinator wilayah Jawa dan Bali. LBP adalah seorang jenderal, yang juga kader senior Partai Golkar. Kesemua itu, "produk" keberhasilan Petinggi Golkar yang harus disampaikan ke rakyat.

Oleh karena itu, wajar dan harus disosialisasi kebijakan dan program AH selaku Menko harus terus digesa dan massif. Tidak saja di kalangan pengurus dan kader, juga harus disebarluas ke pelosok-pelosok kampung dan ruang ruang publik. Bahwa AH sukses mengurusi penanganan Covid-19. Momen sukses AH menanggulangi covid-19, bisa dijadikan "produk" untuk dijual oleh Partai Golkar kepada rakyat dalam memenangkan Pemilu 2024 mendatang. Selamat datang Ketum AH, di bumi Melayu, Provinsi Riau.*

Penulis, H. Zulfan Heri, SIP, M.Si

Kepala BAPILU Partai Golkar Provinsi Riau

Sumber : http://www.zulfanheri.com/2022/02/airlangga-hartarto-dan-pemilu-2024-oleh.html